Stichting Ruggensteuntje Indonesië

Surat berita

Melalui buletin kami, kami ingin terus menginformasikan perkembangan (terkini) dalam proyek-proyek di Indonesia dan kegiatan kami di Belanda.


JUNI 2026 – nomor 36

Biasanya di bulan ini Anda menerima surat kabar SRI penuh dengan laporan kunjungan ke proyek-proyek. Pada saat Willemien seharusnya berangkat, situasi di Timur Tengah begitu tidak menentu sehingga perjalanannya dibatalkan. Hal ini juga didasarkan pada pesan yang diterima dari kontak2 SRI di Indonesia. Kini ia berharap dapat pergi pada musim gugur. Sementara itu, banyak hal telah terjadi, dan berkat komunikasi melalui WhatsApp dan telepon, masih banyak yang dapat diceritakan dalam surat kabar ini. Berkat dua donasi khusus yang baru-baru ini kami terima, kami dapat memberikan dukungan tambahan kepada Seva Karuna dan Pondok Gerasa!

BELANDA

Kumpulan tahunan SRI akan diadakan pada:
Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 11.00–15.00
Albert dan Axel menyediakan tempat mereka lagi, yaitu di Aert van de Goesstraat 15, Den Haag. 
Kami berharap dapat bertemu banyak dari Anda di sana


JAWA

Contak Ratih, Solo

Kelompok perempuan Lidia di Solo kembali merayakan Hari Kartini, sekaligus memperingati ulang tahun Lidia yang ke-15. Dalam pertemuan ini kepemimpinan Lidia juga diganti.

Musim semi ini, Lidia menyelenggarakan sebuah workshop dengan tema peningkatan kapasitas (capacity building) yang dihadiri sekitar 60 perempuan.
Dampak perang di Timur Tengah juga terasa jelas di Indonesia. Inflasi meningkat, begitu pula harga-harga. Pare perempuan yg mengelola warung kecil menyadari bahwa masyarakat memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan, sehingga pendapatan mereka menurun. Pekerjaan harus dilakukan dari rumah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.
Kontak kami akan terus memantau apabila ada masalah mendesak di mana SRI mungkin dapat membantu.

Pada semester ini, dua anak perempuan yang kami dukung telah menyelesaikan pendidikan sarjana mereka—satu di bidang akuntansi dan satu lagi di bidang keperawatan. Kabar yang luar biasa! Mereka kini sedang mencari pekerjaan

Contak Yani, Solo

Kelompok Sangu Gesang ini tinggal di dekat tempat pembuangan akhir (sampah), yang menyebabkan gangguan besar akibat bau, polusi udara, dan lalu lintas truk.
Ini menjadi masalah besar di banyak tempat di Indonesia, karena banyak TPA seperti ini sudah penuh. Akibatnya, masyarakat semakin sering membakar sampah mereka sendiri, dengan segala konsekuensinya.
Universitas Sebelas Maret di Solo baru-baru ini memulai kerja sama dengan kelompok Sangu Gesang dan SRI. Beberapa peneliti pascadoktoral akan mengevaluasi proses yang dijelaskan di bawah ini.
Fokus awal adalah pemberdayaan perempuan (women empowerment). Di daerah ini, sudah menjadi kebiasaan perempuan berhenti bekerja setelah memiliki anak. Banyak laki-laki bekerja di kota. Sebagai contoh, perempuan yang memiliki usaha laundry baru saja melahirkan, dan kini usaha tersebut tidak lagi berjalan. Ia kehilangan pendapatan dan kembali bergantung sepenuhnya pada suaminya. Dengan dukungan perempuan lain, ia berharap dapat segera melanjutkan usaha laundry tersebut..

Di pusat kegiatan pelatihan pemberdayaan ini adalah “masjid hijau,” tempat perempuan berkumpul untuk berdiskusi dan mendapatkan pendidikan lingkungan. Selain pemberdayaan, topik penting lainnya adalah pemilahan sampah, terutama plastik. Tempat sampah akan ditempatkan di dekat masjid dan di lokasi pusat desa.
Setelah beberapa waktu, para peneliti pascadoktoral akan mengevaluasi proses ini. Langkah berikutnya termasuk pelatihan pemisahan sampah organik dan anorganik


BALI

Pondok Gerasa (rumah aman di wilayah Tabanan)
Saat ini SRI mendukung pendidikan 14 anak yang tinggal di sini karena kehidupan dirumah mereka sendiri tidak aman.
Pada bulan April, Willemien melakukan video call dengan pengelola Yayasan Gerasa, yang menaungi Pondok Gerasa. Senang dapat saling melihat dan berbicara, serta mendengar bahwa anak-anak dalam keadaan baik.
Selain rumah aman ini, mereka juga membimbing individu dalam program pemulihan kecanduan di Denpasar dan merawat orang yang hidup dengan HIV. Kami berharap dapat mempelajari dan melihat lebih banyak tentang hal ini pada kunjungan mendatang. Mereka sangat berterima kasih kepada SRI atas dukungan yang memungkinkan anak-anak di Pondok melanjutkan pendidikan mereka.

Seva Karuna (prasekolah dekat Ubud)
Karena perubahan dalam sistem pendidikan, Seva Karuna kini hanya akan fokus pada anak-anak usia 3–4 tahun. Pendidikan untuk usia 5–6 tahun memerlukan terlalu banyak persyaratan khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh Seva Karuna.
Di Bali, semakin banyak perempuan yang bekerja, dan kebutuhan akan penitipan anak meningkat. Mulai tahun ajaran baru pada bulan Juli, jam sekolah akan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00, termasuk waktu istirahat dan makan siang. Saat ini sudah ada hampir 15 murid terdaftar.

Rencana sedang dibuat untuk membangun gedung semi-terbuka yang lebih besar dari yang sekarang, sehingga dapat menampung dua kelas.
Lahan untuk pembangunan sudah tersedia, terletak di antara sawah. Alam dan budaya Bali akan menjadi bagian penting dalam pendidikan. Mereka aktif mencari sponsor tambahan untuk pembangunan yang diharapkan segera dimulai. Foto tersebut menunjukkan lokasi pembangunan sekolah. Jalan menuju lokasi akan diperbaiki dan cukup lebar untuk dua sepeda motor berpapasan. Sepeda motor adalah sarana transportasi yang paling umum digunakan.

Kami juga membantu putra dari almarhum penjahit Yoyon setelah ia diberhentikan akibat sakit dan dirawat di rumah sakit. Dia tidak menerima gaji selama masa ia sakit dan karena dianggap sudah terlalu lama tidak masuk kerja, maka dilepaskan…